Why Muslims Need To Be Very Rich

Bismillahirrahmanirrahim

Hai kawan-kawan. Puasa ke tu? Dah mengaji? Dah solat dhuha? Heheh. Aku pagi tadi mengaji surah al-Infithar je. Sebab tetibe kena hiccup. So aku susukan Yassir sampai tertidur bhahah. Semalam aku tertengok video ni:

SAVE MARYAM!



And suddenly aku teringat masa aku sangat aktif dengan clubs and society di tempat belajar dulu. MashaAllah. Aku paling tak suka part nak mintak sponsorship untuk events. And I've always been hoping to be rich so that whenever I want to hold an event, I can simply take out money from my bank account and sponsor the event.

Dan setiap kali aku ternampak fakir miskin...

 

 
Look at them, hopeless, helpless. Cuba bayangkan if we have so much money, and we can provide them a place called 'home'. Notes that can be used to buy food and clothes. and many things.

Everytime aku pass by housing area yang dihuni oleh orang-orang kaya, rumah yang sangat besar, rumah-rumah mewah, aku selalu mengharapkan bahawa penghuninya adalah Mu'min yang bertaqwa. Dan aku sentiasa simpan IMPIAN untuk memilki rumah mewah. Sebab zaman sekarang, ekonomi dunia dikuasai oleh orang bukan Islam, kan? Dan zaman sekarang, konsep 'yang kaya lebih berkuasa'. So instead of kita bertelagah dalam mencari pemimpin yg lebih layak, sibuk nak analyse orang itu atau orang ini yang lebih layak untuk memimpin, why not we revert the questions and point to ourselves? LET'S TAKE UP THE RESPONSIBILITY! Korang tak sedih ke? Korang tak rasa tercabar ke? OK cuba tengok gambar ni:


Secara jujurnya, dalam kepala korang, agak-agak owner rumah ni orang Islam ke? Hmmmm honestly, dalam hati aku, 20% je kot possibility that the owner is a good Muslim. shame on us.

Letakkan diri kita dalam situasi non-Muslims, kalau lalu depan masjid-masjid, and most of the cars that are parked at the mosque are luxurious cars. Bangga kan? Meaning that Muslims adalah rakyat yang maju, yang kaya-raya, dan mampu menguasai ekonomi dunia. AND it means that, kita bukan rakyat yang lemah dan boleh dipijak-pijak because we have the power! Because we have Allah!

One thing I got from Millionaire School organised by Herbalife di Hotel Istana haritu,

"Money doesn't give u happiness. But money gives u options, it gives u what u strive for! More money, more options!"

Many people are suffering out there, due to poverty, regardless of their religion, they need our help! Indeed, Muslims need not to wait to work hard and be rich. And give back to the people that need help.

Perasan tak, kalau kita jadi orang yang berpendapatan sederhana, tak kaya dan tak miskin, sebenarnya kalau kita nak bersedekah pun kita masih berkira-kira. Yes, dalam Islam, it's not the amount that matters, but the sincerity of our deed. But cuba bayangkan kalau kita ni betul-betul banyak duit, banyak harta, bila nak bersedekah, kita boleh bagi beribu-ribu ringgit, and just imagine what can the poor do with that much of money. A LOT! Kan? So, kenapa nak jadi orang biasa, if we actually have the ability to work extra hard and be rich?

Perasan tak, kebanyakan orang kaya dalam dunia ni kita tengok, makin hari most of them makin kaya. The rich become richer, and the poor become poorer. Why is that so? Because when you give, you don't receive back the same amount. You'll get FORTUNE. Allah promise us that. Just believe it, and keep on giving.

Bagi aku, kalau kita ni manusia yang cukup sifat, waras akal, punya hati dan perasaan - MISKIN ATAU KAYA kita sekarang bukanlah kayu pengukur masa depan kita. Mulakan dengan IMPIAN untuk jadi kaya dan bantu ramai orang for the sake of Allah. Then, look for opportunities that will lead us to the dreams. And then DECIDE to start working hard! 

"Do not wait; the time will never be just right. Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command, and better tools will be found as you go along!"

If you are still young, still studying, and you think it ain't your responsibility to be rich, I BET YOU ARE WRONG. If it's not us, then who else will? Ramai yang suka cakap,

"Saya memang nak, tapi tunggu saya habis belajar."
"Saya memang nak, tapi kena tanya parents saya dulu"
"Saya memang nak, tapi...."

Kalau esok Qiamat, sempat ke kita nak berbakti pd masyarakat? Kita tahu ke bila Qiamat? Tak, kan? Then kenapa kita yakin sangat nk tunggu habis belajar? Do you really need to wait OR you are not willing to take up the responsibility? Being rich IS a responsibility!

Kenapa kena tanya parents dulu? kenapa bukan tanya Allah dulu? Pelik. Aku tak pernah berniat nak suruh anyone belakangkan parents. But watch out, because most of us always dulukan parents dan belakangkan Allah. ALLAH KNOWS WHAT'S BEST FOR US BETTER THAN OUR PARENTS DO.So ask Allah first, then once we have made up our mind, talk to our parents and ask for their redha. Simple.

In fact, banyak ayat-ayat dalam al-Quran yang menuntut kita untuk jadi manusia yang LUAR BIASA. Antaranya:

Surah al-Baqarah ayat 30


وَإِذْقَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَئِكَةِ اِنِّى جَاعِلٌ فِىْ الاَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ
نِّى أَعْلَمُ مَا لاَتَعْلَمُوْنَ {البقرة: 30}.

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” (QS.Al-Baqarah: 30).

Menurut Ibnu Katsir, Imam Al-Qurthubi dan ulama yang lain telah menjadikan ayat ini sebagai dalil wajibnya menegakkan khilafah untuk menyelesaikan dan memutuskan pertentangan antara manusia, menolong orang yang teraniaya, menegakkan hukum Islam, mencegah merajalelanya kejahatan dan masalah-masalah lain yang tidak dapat terselesaikan kecuali dengan adanya imam (pimpinan).

Selanjutnya Ibnu Katsir menukilkan kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi:

وَمَا لاَ يـَتـِمُّ اْلـوَاجـِبُ إِلاَّ بِهِ فَهـُوَ وَاجـِبٌ.
“Sesuatu yang menyebabkan kewajiban tidak dapat terlaksana dengan sempurn,maka dia menjadi wajib adanya”.

Khalifah bukan manusia biasa. Allah dah sebut, dalam al-Quran, Allah ciptakan manusia untuk menjadi khalifah. Let's muhasabah. Are we qualified to be a KHALIFAH? Let's work hard to qualify!!

#This entry is a reminder to myself and to those who could sincerely accept it.

CHANGE YOUR LIFE NOW! 
BE RICH, HELP THE NEEDY! 
Let's work together with me. 
SMS 012-2780844

Comments

Popular Posts